Pagi ini saya bangun tepat pada pukul 08.00 WIB setelah dua hari sebelum keberangkatan harus menunaikan kewajiban "nguli" dari pagi sampai malam.
Pesan singkat di handphone dari Alex dan Furqon terus masuk guna menanyakan kapan akan berangkat menuju bandara dan di mana meeting point. Tanpa menunggu segeralah saya mandi dan mengangkat depek andalan yang udah di pack malamnya serta meluncur ke meeting point yang sudah ditentukan. Setelah bertemu Alex & Furqon saya langsung mengisi tambahan logistik kemudian meluncur menuju Bandara Soekarno Hatta, Terminal 3 di mana kali ini saya akan Menaiki airlines Indonesia Air Asia. Sekarang kami tinggal menunggu Wan Abud serta Bram yang sedang on the way menuju bandara.
Sesampainya di bandara saya langsung meng-sms Bram yang ternyata belum sampai. lain cerita dengan Wan Abud yang sudah menunggu di gate. Ketika sampai Bram langsung melakukan cek in. Karena tidak membeli bagasi sementara itu petugas juga tidak menyarankan agar "kulkas-kulkas" tidak masuk bagasi maka dengan santainya "kulkas" tersebut dibawa ke gate dan ditaru di cabin pesawat, sampai-samapi jadi perhatian satu gate dan satu pesawat. Setelah selesai saya langsung mengabari Wan Abud, kalau kami sudah di gate dan sedang menunggu waktu keberangkatan dengan delay lebih kurang 1 jam.
Walhasil, Wan abud take off duluan sedangkan saya, Bram, Alex, dan Furqon masih harus menunggu sampai waktu keberangkatan tiba. Akhirnya panggilan untuk kepesawat pun tiba, segeralah kami menuju pesawat dengan menggunakan bus karena letak pesawatnya jauh.
Sampai di Bali sekitar pukul 18.30 WITA, kami pun
langsung keluar airport mencari Riki dan Wan Abud yang sudah sampai
terlebih dahulu di Bali. Setelah bertemu dengan Riki dan Wan Abud kami
sepakat untuk mencarter mobil sampai Ubung dengan biaya 20k. Sesampainya
di Ubung kami tinggal menunggu kedatangan teman lainnya yang sudah
sampai terleboh dahulu, yaitu Angan, Andre, dan Angga. Setelah mereka
datang dan melakukan nego harga menyewa mobil dengan harga sepakat 40k
kami langsung berangkat menuju Padangbai.
Ketika sampai di Padangbai kami langsung menjadi
sasaran para calo tiket, anehnya calo di pelabuhan ini tidak mengambil
untung sama sekali. Hal ini bisa dibuktikan dengan melihat harga di
loket resmi dan calo sama. Di kapal tidak ada kegiatan yang berarti
hingga sampai di Pelabuhan Lembar. Kami sampai di pelabuhan pukul 04.00
WITA, sarapan, ibadah, dan menunggu konco-konco dari Mataram yang akan
menjemput kami. Setelah menunggu beberapa lama akhirnya kami dijemput
menggunakan mobil yang udah di koordinasikan oleh Bang Pian. Atur posisi
langsung berangkat menuju sekretariat gema alam yang disana sudah
menunggu beberapa teman yang akan mengantar kami mengunjungi Miss
Anjani. Sampai sekretariat istirahat sebentar langsung atur posisi lagi
untuk berangkat menuju Sembalun dengan tambahan tiga orang teman, yaitu
Bang Marsha, Bang Locker, dan Bang Ion.
Perjalanan
Mataram-Sembalun lumayan berat, walaupun naik mobil karena medan jalan
yang sedikit rusak serta tanjakan-tanjakan dahsyat yang mengharuskan
turun beberapa kali agar mobilnya tidak berbalik mundur.
Sampai di Sembalun langsung berganti baju dan
menitipkan barang-barang yang tidak mungkin terpakai saat di gunung
nanti. Sekitar pukul 16.45 waktu setempat perjalanan pun dimulai dengan
melewati ladang penduduk setempat, sedikit memasuki tempat, dan langsung
disuguhi oleh hamparan Sabana Rinjani yang eksotis dan terlihat landai.
Sekitar pukul 17.30, sampailah kami di jembatan
yang menghubungkan jalur Sembalun yang sebenarnya dan jalur Potong yang
lumayan irit waktu. Sampai di pos 1, kami memutuskan untuk istirahat dan
tidak ketinggalan unrtuk berfoto-foto dengan para pendhajit dilanjut ke
pos 2 dengan target awal hari ini untuk mengistirahatkan mata dan
badan. Tidak terasa sampai di pos 2 hari sudah gelap.
03 November–04 November
Pagi yang cerah di pos 2 dengan Puncak Miss Anjani
melambai-melambai membuat kami bersemangat untuk segera melanjutkan
perjalanan menuju Plawangan Sembalun dengan medan masih berupa sabana
sebelum akhirnya pendakian sesungguhnya di tanjakan penderitaan.
Setelah berjalan lebih kurang 1 jam sampailah kami
di pos 3 dengan cuaca berkabut. Karena perjalanan masih jauh setelah
istirahat dan bersenda gurau sedikit dengan para monyet maka kami pun
bergerak meninggalkan pos 3. Di sinilah pendakian sesungguhnya baru
dimulai, tanjakan-tanjakan terjal menunggu kami di depan yang membuat
saya lelah sebagai tim pariwisata. Perjalanan semakin berat dikarenakan
kabut tebal menemani kami sampai menurunkan titik hujan yang awalnya
kecil menjadi semakin besar dan mengharuskan kami membuka flysheet
menunggu hujan reda sambil istirahat lagi.
Hujan pun mereda dan kami melanjutkan perjalanan
yang ternyata cuaca semakin memburuk terbukti dengan hujan semakin besar
dan membuat kondisi badan menjadi drop. Tim "ngacir" sudah jauh melesat
di depan sedangkan saya sebagai tim pariwisata masih tertinggal di
belakang ditemani oleh Bang Locker yang setia. Akhirnya plang Plawangan
Sembalun terlihat. Yang membuat saya sedikit bersemangat untuk menuju
puncak bukit yang ternyata setelah sampai puncak Bukit Plawangan ada
bonusnya sekitar 500 M untuk menuju tempat camp. Segeralah saya berjalan
melipir bukit dan akhirnya sampai juga di camp Plawangan dengan suguhan
view sunset Segara Anak. Sampai tenda, ganti baju kering, makan
langsung tidur dikarenakan badan sudah tidak bisa diajak kompromi lagi
dengan asumsi dinihari nanti summit attact yang ternyata hujan masih
terus menemani kami yang mengharuskan kami mengurungkan niat untuk
summit attact dan melanjutkan tidur lagi.
05 Nov
Dini hari sekitar pukul 03.00 WITA kami bergegas
bangun untuk summit attact Miss Anjani dengan cuaca yang mendukung
dipenuhi bintang dan semilir angin Plawangan yang sebenarnya membuat
saya malas untuk jalan tapi demi Miss Anjani rasa malas itu pun
dikesampingkan dulu. Selesai menghangatkan badan dengan kopi serta
cemilan cepuluh cebelas kami pun berdoa demi keselamatan dan kesuksesan
buat semua.
03.30 WITA summit attact dimulai dengan medan
tanjakan-tanjakan terjal untuk menuju punggungan Puncak Miss Anjani. Di
sini tim mulai tercecer ada yang "ngacir", ada yang santai dan ada yang
"ngesot" di belakang. Satu persatu tim sampai di puncak tertinggi tanah
Lombok karena cuaca yang sangat tidak mendukung tim tidak sempat
berkumpul bersama paling hanya sekedar foto-foto dan bertemu Puncak Miss
Anjani sekadarnya saja dan langsung turun kembali ke Plawangan mencari
sedikit matahari untuk menghangatkan badan.
06 Nov
Pagi di 06 November cuaca tidak kunjung membaik
yang ada cuma kabut serta rintik-rintik hujan karena alasan waktu serta
logistik kami pun segera packing dan turun kembali via Sembalun serta
harus merelakan Segara Anak. Perjalanan turun tim tercecer kembali
karena medan turunan terjal yang lumayan membuat gagal dengkul serta
hujan menemani sepanjang perjalanan turun sampai pos Sembalun. Akhirnya
tim tiba di Sembalun dengan selamat semua langsung disambut nasi bungkus
yang udah di pesan dari pos 1 tadi oleh tim ngacir.
Puas berjalan-jalan di Desa Bayan sambil membeli
souvenir kami langsung melanjutkan perjalanan menuju Mataram untuk cari
makan. Sampai Mataram kami langsung mengisi perut dan mengeluarkan
barang-barang dari kulkas. Sampai jumpa kawan di petualangan
selanjutnya.
07 Nov
Kami pun tiba kembali di Padangbai pada pagi hari
disambut dengan sunrise. Langsung turun kapal dan nego ongkos yang
akhirnya disepakati 30k sampai alun-alun Renon, Denpasar. Selama
perjalanan saya terus berkordinasi dengan tuan rumah Aka Karees untuk
memohon izin singgah dan beristirahat. Sampai alun-alun ternyata sedang
ada car free day yang mengharuskan kami jalan kaki di antara para
peserta gerak jalan yang lumayan jadi pusat perhatian karena
"kulkas-kulkas" yang kami bawa di punggung.
Akhirnya sampai juga di kost-an Karees, kami
langsung membeli sarapan, mandi, kemudian bersih-bersih, istirahat
sebentar, dan meluncur sebentar di Bali. Karena macetnya Denpasar dan
hujan turun kami hanya sebentar saja singgah di Kute langsung menuju
Ngurahrai dikarenakan pesawat yang akan membawa saya pulang ke Jakarta
akan take off pada pukul 18.05 WITA yang ternyata terjadi keterlambatan
selama 1 jam.
Akhirnya tiba waktunya kami untuk ke gate karena
waktu yang sudah mepet sedangkan Angan, Riki, Andre, dan Angga masih
harus stay di Bali dikarenakan tiket pulang mereka esok hari. See u kawan-kawan ditunggu di tanjakan dan turunan selanjutnya.





